MAHASISWA TAMAN ILMU DAN BUDI


posted by Martinelli Hashim

No comments



Bajet….!! Setiap kali selepas pembentangan kita tidak mampu untuk tidak bersuara walau hanya bersuara kepada teman ....................... bagaimanalah senario penyelidikan di IPT selepas ini agaknya. Apakah Taman Ilmu dan Budi akan lupakan harapan untuk menjadi RU dan perkuat T&L.
Mendidik mereka menjadi insan penyayang
Apapun yang diperuntukkan kepada IPT, kebijaksanaan merancanglah yang paling penting. Saya akan bangga kalau UIA tercinta perkuat nilai keinsanan mahasiswa agar menjadi warga dunia yang hebat di segi:
1.     Kerohanian
2.     Intelek
3.     Fizikal
4.     ketampanan sosial
5.     kemandirian
Lima aspek utama yang suatu ketika dulu saya jadikan panduan asas dalam merangka  ‘strategic planning’  pembangunan pelajar UIA. Ia diolah untuk dihadzamkan oleh anak-anak didik yang terasuh minda mereka bagi membawa obor penerang ummah.

Walaupun sudah berada dipersada penyelidikan, hati tidak mampu untuk tidak melihat perkembangan anak muda yang bernaung di Taman Ilmu dan Budi ini. Jauh di sudut hati masih mengharap agar mereka yang dididik di sini biarlah benar-benar menghasilkan insan berkualiti. Masih mengharap mereka yang membawa amanah benar-benar sedia mendidik anak-anak muda ini menjadi insan berjiwa besar yang di dalam diri mereka ada
i.   Jiwa bertuhan
ii.  Jiwa bermasyarakat
iii. Jiwa berkeluarga
iv. Jiwa berwatan
Itualah jiwa yang terasuh dan apabila pulang kepada Rabb, disambut Allah dengan firmanNya
" Wahai jiwa yang tenang..kembalilah kepada Tuhanmu dengan rasa puas, dengan segala nikmat yang diberikan, lagi diredhai. Masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu. Masuklah ke syurgaKu" ...surah al Fajr.

Sekadar cetusan rasa insan kerdil yang tidak punya apa-apa selain nostalgia indah 23 tahun bergelumang dalam membangunkan kemahiran insaniah mahasiswa.

PASAR MINGGU KAMPUNG BARU


posted by Martinelli Hashim

No comments

Down the memory lane ... Dibesarkan oleh ayahanda dan bonda di tempat ini dipanggil Pasar Minggu Kampung Baru di tengah-tengah Bandaraya Kuala Lumpur. Di belakang saya berdiri adalah bekas tapak kedai ayahanda yang ranap akibat pembinaan stesen LRT Kg. Baru.
45 tahun yang lalu kami pernah terkurung di sini semasa peristiwa 13 Mei 1969 kerana tidak sempat pindah ke tempat perlindungan darurat. Banjir besar Kuala Lumpur 1970 menenggelamkan kedai ayahanda. Kami tinggal sehelai sepinggang dan mendapat bantuan baitulmal sebagai asnaf fakir miskin.
Di tempat saya berdiri ini adalah kakilima Restoran Rasa Sayang tempat saya bermain batu serimbat bersama teman-teman. Di sini jugalah ayahanda memeluk saya sambil air mata berguguran tanda gembira apabila menyerahkan kertas keputusan MCE. Anaknya selamat membesar walaupun disekelilingnya penuh dengan penagih dadah.
Di sinilah tempat kami berteduh, sebuah kediaman yang tiada air paip, tiada bilik air. Air diambil dari bilik air awam yang digunakan oleh berpuluh keluarga.
Di sini seorang gadis miskin menanamkan cita-cita untuk mengubah nasib keluarga..... "Di sini Lahirnya Sebuah Cinta" terpendam ditelan waktu.... Di sini seribu kenangan waktu kecil hingga remaja yang tidak dapat dilupakan. Sebuah madrasah kehidupan dalam dakapan lembut kasih ayahbonda walau dunia penuh kekasaran. Di sini melatih diri mengenal nilai keinsanan, hidup beradab dan beradat membina jati diri mempertahankan maruah.... Yang kaya tidak disanjung, yang miskin tidak dihina.
Hari ini seluruh Pasar Minggu dirobohkan bagi membina syurga dunia..... kenangan silam hanya terpahat di hati kami yang pernah menjadi warganya.

KELUHURAN BUDI DAN SANJUNGAN DUNIA


posted by Martinelli Hashim

No comments


Bahagia bersama insan-insan ini
Amat malang apabila manusia meletakkan kehebatan itu hanya terlihat pada mereka yang bijak mengampu ketua bukan yang menyantuni pekerja, bersikap keras bukan bersikap santun, pandai menyerang bukan pandai berunding, menuding jari bukan membimbing, banyak bicara bukan banyak mendengar, mencari perhatian manusia bukan perhatian Allah ...... lalu Allah menurunkan keresahan yang tidak berkesudahan dalam kehidupan.

Lupakah kita manusia dinilai dari ketinggian imannya. Iman lebih sempurna apabila jiwa tidak dikotori oleh sikap mengagungkan manusia. Kita tidak dilahirkan ke dunia sebagai tuan tetapi sebagai hamba kepada Tuhan. Jiwa sang hamba perlu tunduk kepada perintah Rabb yang menyuruh berbuat baik kepada sesama insan.

Berbudi luhur itu adalah asas kebaikan walau dengannya kita tidak dinobatkan sebagai manusia agung di mata dunia. Keluhuran budi dan sanjungan dunia tidak akan berjalan selari.


Helang


posted by Martinelli Hashim

No comments




Serasa ingin bertanya kepada sang helang bagaimana mampu ia terbang melayang diudara penuh kehebatan.... kepada sang semut, bagaimana mungkin badannya yang kecil mampu membawa beban berat untuk sang ratu penuh setia .... kepada sang angsa putih di kolam bagaimana hujan yang lebat tidak meninggalkan walau setitis air di badan. Keindahan dirinya menyejukkan mata yang memandang. 

Tentu saja mereka menjawab,

"Kami akur kepada hukum alam yang ditentukan oleh Rabb kami."

Mungkin juga mereka menjawab,

"Hanya manusia yang tidak berfikir. Diberikan akal tetapi tidak digunakan sebaiknya. Diberikan tenaga tetapi tidak dirasakan menfaatnya. Diberikan dunia tetapi tenggelam di dalamnya. Diberikan syurga tetapi tidak mendekatinya"

Ingin menjadi helang pada saat diri terasa lemah, menjadi semut pada saat bangga mengotori hati, menjadi angsa pada saat gulana singgah dalam kehidupan. Namun hakikat diri tetap manusia yang punya rasa, punya keinginan dan punya tanggungjawab keinsanan. 

Akur akan ada batas tenaga, ada had usia. Memerlukan kasih sahabat pengingat diri di kala tersesat. Tidak mampu hidup tanpa kasih Ilahi dan tidak mahu mati tanpa iman yang cukup.

Hadhirkanlah Mereka Untuk Kami


posted by Martinelli Hashim

No comments


Allahumma rabbana ....... hadhirkanlah kepada kami mereka yang Engkau pilih sebagai para kekasihMu. Mereka yang hatinya putih seputih mutiara disinari cahaya iman. 


Mereka yang punya jiwa dan jiwa itu sentiasa dicuci dengan zikrullah sehingga mulut terkunci untuk mengeluh resah. Mereka yang punya kaki yang sudah terpacu menongkah redho Allah sehingga langkah tidak lagi kecundang berjalan di titi kehidupan yang sempit. Mereka punya tangan yang sentiasa terhulur untuk menyumbang sehingga tidak tertadah lagi mengharapkan rezeki yang berlebihan......

Hati mereka diselimuti rasa qana'ah, dunia diletakkan di tapak kaki.

Manusia yang baik, aura mereka ibarat magnet menarik manusia lain melakukan kebaikan, menolak jauh kejahatan.

Jadikanlah kami seperti mereka.

TRUE FRIENDS ARE FOREVER


posted by Martinelli Hashim

No comments



Time runs so fast. It was just like yesterday that we met. We were in our primary school, went on to secondary school, studying in the same class, learning from the same teachers, shared erasers and pens, rulers with lots of pictures pasted on them. We even sipped iced syrup from the same glass, eat nasi lemak using the same spoon, laughed our hearts out over small jokes.

Sekolah Rendah Kg. Baru, K.L, Sekolah Perempuan Jalan Ipoh and Methodist Girls' School K.L were where the memories created.

It was just like yesterday when we opened our ears to hear what our friends had to say on their crushes. We hugged each other during bitter times. We exchanged autographs with fancy writings on them, "I have a pen, my pen is blue. I have a friend, my friend is you.",  "Forget Me Not." "You may be gone from my sight, but you'll never be gone from my heart." ...... signed, your friend, S.W.A.L.K (Sealed With A Loving Kiss.... )

Those were the days when friendship was built when all of us were nobody, no ranks, no wealth..... true friends who love each other unconditionally. 


Things changed when we had to go through different journeys. Each of us took different routes . We didn't see each other. Each one was destined as what Allah has decided. 


Today, after almost 4 decades suddenly those memories become fresh when we meet again...just us, putting aside other things for a while. We recalled back the jokes, shared each others' love stories which we missed to hear before. Listened to the love songs that made us dreaming away....The best reunion ever. 

Down the memory lane ...... Subhanallah ..... that friendship gets stronger and the hugs are warmer. Thanks my friends.... friends are forever.
 


Seribu Jalan Kenangan


posted by Martinelli Hashim

No comments




Terjumpa video ini yang dibuat beberapa bulan sebelum saya meninggalkan CENSERVE. Sepanjang jalan kenangan menyantuni mereka yang memerlukan, 

Dua puluh tahun tiga membimbing anak-anak muda menghadamkan nilai kemanusiaan. Tujuh belas tahun darinya membina CENSERVE bersama mereka mengotori tangan mensucikan hati bagi memaknai hidup anugerah Ilahi. Ke gunung sama di daki, ke lurah sama kami turuni. Tiada keluhan walau seribu keperitan yang dilalui kerana di hati hanya mendambakan redho dan rahmat agar usaha yang sedikit mendapat curahan barakahnya.