TRUE FRIENDS ARE FOREVER


posted by Martinelli Hashim

No comments



Time runs so fast. It was just like yesterday that we met. We were in our primary school, went on to secondary school, studying in the same class, learning from the same teachers, shared erasers and pens, rulers with lots of pictures pasted on them. We even sipped iced syrup from the same glass, eat nasi lemak using the same spoon, laughed our hearts out over small jokes.

Sekolah Rendah Kg. Baru, K.L, Sekolah Perempuan Jalan Ipoh and Methodist Girls' School K.L were where the memories created.

It was just like yesterday when we opened our ears to hear what our friends had to say on their crushes. We hugged each other during bitter times. We exchanged autographs with fancy writings on them, "I have a pen, my pen is blue. I have a friend, my friend is you.",  "Forget Me Not." "You may be gone from my sight, but you'll never be gone from my heart." ...... signed, your friend, S.W.A.L.K (Sealed With A Loving Kiss.... )

Those were the days when friendship was built when all of us were nobody, no ranks, no wealth..... true friends who love each other unconditionally. 


Things changed when we had to go through different journeys. Each of us took different routes . We didn't see each other. Each one was destined as what Allah has decided. 


Today, after almost 4 decades suddenly those memories become fresh when we meet again...just us, putting aside other things for a while. We recalled back the jokes, shared each others' love stories which we missed to hear before. Listened to the love songs that made us dreaming away....The best reunion ever. 

Down the memory lane ...... Subhanallah ..... that friendship gets stronger and the hugs are warmer. Thanks my friends.... friends are forever.
 


Seribu Jalan Kenangan


posted by Martinelli Hashim

No comments




Buat sahabat yang bertanya tentang penglibatan saya dalam Centre For University Social Responsibility (CENSERVE).... Terjumpa video ini yang dibuat beberapa bulan sebelum saya meninggalkan CENSERVE.

Dua puluh tahun membimbing anak-anak muda menghadamkan nilai kemanusiaan. Tujuh belas tahun darinya membina CENSERVE bersama mereka mengotori tangan mensucikan hati bagi memaknai hidup anugerah Ilahi. Ke gunung sama di daki, ke lurah sama kami turuni. Tiada keluhan walau seribu keperitan yang dilalui kerana di hati hanya mendambakan redho dan rahmat agar usaha yang sedikit mendapat curahan barakahnya.

KAU PETIK BINTANG-BINTANG


posted by Martinelli Hashim

No comments

Kau petik bintang-bintang. Biarpun banyak halangan. Rela kau tempuhi segalanya
Onak yang kau pijak bagai tak terasa. 

Kau sedar sejak mula, tiada jalan yang mudah.Tapi kau yakini di dalam hati.
Akhir terkota jua sumpah dan janji.

Sebuah lagu bukan sekadar dendangan , sebuah kisah sendu bukan sekadar tatapan....

Sekarang bintang-bintang itu sudah ada dalam genggaman. Bercahaya menerangi alam. Dalam mengkagumi bintang di langit usah lupa mungkin ada semut terpijak di tapak kaki, suaranya tidak didengari. Namun ia punya rasa punya keinginan untuk dilindungi. Hanya saja dia tidak ditakdirkan menjadi bintang yang dipetik, sekadar semut yang melata di pinggiran melalui ranjau mengutip sisa-sisa yang ditinggalkan orang. Dia cuma menumpang nikmat gemerlapan cahaya bintang-bintang yang tidak mampu digenggamnya.

Carilah Ilmu


posted by Martinelli Hashim

No comments

Saya katakan kepadanya,

"Carilah ilmu agar kita tidak mudah ditipu dunia. Ilmu didatangi, ia tidak mendatangi. Batasnya langit yang luas, syaratnya usaha yang keras. Dengannya tiada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki, tiada laut yang terlalu dalam untuk diselami.

Perjalanan hidup kita panjang. Kita akan jatuh dan bangun mengikut takdir Ilahi. Sesekali akan bertemu dengan mereka yang menyakiti, yang berjanji lalu memungkiri, yang beramanah lalu memecahkannya. Yang pasti saat kita tabah dan menyerah kepadaNya mereka akan diadili seadil -dilnya. Kesusahan itu hanyalah kesenangan yang tertangguh. Dahulukan redho Allah dari redho manusia. InshaAllah anakanda akan selamat
."





Pagi tadi kami menghantarnya ke KLIA untuk meneruskan pengajian di seberang benua...berurailah lagi airmata antara kami yang saling mengasihi.... Semoga anakanda Syakirah Azami tetap tabah dengan segala dugaan dan cabaran meniti cita-cita membawa obor kejayaan untuk ummah.

Sejujur Persahabatan


posted by Martinelli Hashim

No comments

Di bawah lembayung Ilahi. Langkah terhenti seketika memandang teman-teman, adik-adik dan anak-anak yang ada di sekeliling menjalankan aktiviti kehidupan.
Banda Aceh: Misi bantuan untuk mangsa tsunami.

Wajah hamba tunduk ke bumi menginsafi akan kekurangan diri dalam serba-serbi. 

Sangat cetek ilmu di dada, sedikitnya amal jariah ...sedangkan masa terus berlari.

Tenaga semakin berkurang, umur semakin pendek…….Hidup dengan rezeki Ilahi, tidak kaya, tidak berkuasa, tidak berjenama malah tidak punya apa-apa yang lebih dari manusia biasa….. yang ada hanya kasih sayang buat saudara seagama, tanpa syarat tanpa balasan. Ada iman yang sedikit. Sering merintih untuk ia tidak tercabut dalam lena dunia.

Rasa ingin mencurahkan kebaikan, rasa takut menzalimi mereka yang tidak berdosa, rasa gentar tersalah membawa amanah…. Namun akur Allah akan menguji. Ujian Allah lewat manusia berbagai sikap berbagai perangai… menyuruh akal berfikir agar kita layak bergelar manusia…. Manusia, bukan flora bukan fauna yang melata. Manusia ada budi ada ruhaninya. Ada akal, ada adabnya. Ada selera, ada tanggungjawabnya.

Manusia ada hati, ada perasaan ... rasa sedih, rasa gembira, rasa ingin saling hormat menghormati menjadi manusia mulia, ....namun ada juga yang memilih menjadi tidak mulia membuang jauh akhlak dan budi hidup memenuhi nafsu sendiri.

Sahabat, tiada sumbangan yang lebih bermakna darimu selain membantu  memaknai hidup menuju jalan ke arah keredhaan Pencipta. Tunjukkan jalan untuk hamba sewaktu dalam kerabunan, berikan cahaya apabila hamba dalam kegelapan ....

Sahabat, ingat, tak? Waktu kecil dulu kita selalu menulis dalam autograf teman-teman,"I have a pen. My pen is blue. I have a friend. My friend is you." Kita melukis corak-corak hiasan berwarna-warni. Jari-jemari kita masih halus, hati kita sangat mulus. Tiada dosa yang tercatit oleh malaikat. Waktu itu sahabat sepermainan adalah belahan diri kita dan kita belahan dirinya kerana keduanya duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Waktu kakinya luka kita balutkan. Waktu kita terjatuh dia bangunkan.

Nilai sahabat waktu itu tidak mengenal rupa, wang atau kedudukan. Tiada protokol penghalang bicara.

Sahabat itu lebih mahal dari kekasih kerana ia tidak tertakluk kepada gender. Sayang dan kasihnya merentasi ras, keayuan wajah atau ketampanan rupa. Bicaranya dari hati, mendengar juga dengan hati yang besih dari dengki atau penyanjungan yang pura-pura. 


Tiada janji setia, tiada paksaan dalam berfikir … fikirla apa saja.

Memaknai Hidup


posted by Martinelli Hashim

No comments

Memaknai hidup dengan amal jariah, menajamkan akal dengan ilmu, mengkayakan jiwa dengan kasih sayang...... kita tidak selamanya sihat, tidak selamanya kuat dan tidak selamanya punya waktu. 

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian kecuali mereka yang beriman dan beramal soleh yang sentiasa berpesan-pesan tentang kebenaran dan berpesan-pesan tentang kesabaran."

Peringatan Rabi’ah: Sesungguhnya Tuhan Kamu Memerhati


posted by Martinelli Hashim

No comments




Menyingkap Lembaran Ikhwan al Muslimin: Dr Muhammad Badie : Sesungguhnya Tuhan Kamu Memerhati

Peringatan Rabi’ah:  Sesungguhnya Tuhan Kamu Memerhati
(Ucapan Fadilatul Sheikh Dr Muhammad Badie Murshid al Am Ikhwan al Muslimin tanggal 9 Syawal 1434 bersamaan 16 Ogos 2013)
(Diterjemah dan disunting oleh Omar Mokhtar bin Hamdan)



Sesungguhnya Tuhanmu tetap mengawas dan membalas, (terutama balasan akhirat). (al Fajr 14)

Sebahagian manusia disesatkan dengan jawatan, harta dan kekuatan fizikal. Mereka disesatkan daripada hakikat bahawa mereka adalah hamba Allah swt, Tuhan sekalian alam. Mereka sangka bahawa merekalah tuhan-tuhan atau tuan-tuan kepada manusia. Maka mereka melampaui batas dan menzalimi serta cuba menukarkan manusia yang diciptakan Allah swt sebagai bebas, kepada menjadi hamba mereka.

Al Qur’an telah memberitahu tentang golongan taghut ini (Al Alaq 6-7) dan menceritakan mengenai Fir’aun (al Ghafir 29) serta kisah di kala Fir’aun mengancam ahli-ahli sihir yang kembali beriman (Ta ha 71).

Ingatlah! Sesungguhnya jenis manusia tetap melampaui batas (yang sepatutnya atau yang sewajibnya), Dengan sebab ia melihat dirinya sudah cukup apa yang dihajatinya. (Al Alaq 6-7)

Wahai kaumku! Pada hari ini kepunyaan kamulah kuasa memerintah dengan bermaharajalela di muka bumi (Mesir dan sekitarnya; tetapi kiranya keadaan bertukar) maka siapakah yang akan membela kita dari azab Allah kalau azab itu datang menimpa kita? Firaun berkata: Aku tidak mengesyorkan kepada kamu melainkan dengan apa yang aku pandang (elok dijalankan) dan aku tidak menunjukkan kepada kamu melainkan jalan yang benar. (al Ghafir 29)

Firaun berkata: "Patutkah kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepada kamu? Sesungguhnya dialah ketua kamu yang mengajar sihir kepada kamu. Oleh itu, demi sesungguhnya, aku akan memotong tangan dan kaki kamu dengan berselang, dan aku akan memalang kamu pada batang-batang pohon tamar dan demi sesungguhnya kamu akan mengetahui kelak siapakah di antara kita yang lebih keras azab seksanya dan lebih kekal" (Ta ha 71)


Kalau kita perhatikan akan akibat orang-orang zalim, kita akan dapati bahawa Allah swt menundakan untuk mereka kepada suatu tempoh masa kemudian bagi diazab dengan azab yang berat lagi setimpal. Maka sesungguhnya Fir’aun ditenggelamkan, lalu dia pada ketika itu sedang lemas sanggup meninggalkan keangkuhannya kerana melihat maut dan dia berkata-kata merayu (Yunus 90). Lalu Allah swt membalas dengan firmanNya (Yunus 91). Begitu juga Qarun yang ditelan oleh bumi kerana dia disesatkan oleh kemewahan hartanya. Sepertimana kesudahan Fir’aun, Ad dan Thamud (al Fajr 6-14).

Dan Kami bawakan Bani Israil ke seberang Laut Merah, lalu dikejar oleh Firaun dan tenteranya, dengan tujuan melakukan kezaliman dan pencerobohan, sehingga apabila Firaun hampir tenggelam berkatalah ia (pada saat yang genting itu): "Aku percaya, bahawa tiada Tuhan melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku adalah dari orang-orang yang berserah diri (menurut perintah)". (Yunus 90)

(Allah berfirman): "Adakah sekarang (baharu engkau beriman), padahal sesungguhnya engkau dari dahulu telah kufur derhaka, dan engkau telahpun menjadi dari orang- orang yang melakukan kerosakan? (Yunus 91)


Aku katakan semua ini, sementara hati aku retak dan hiba kerana jenayah-jenayah hodoh yang diperlakukan oleh puak pengguling (kudeta) yang terdiri daripada tentera, polis dan pasukan keselamatan pada Rabu 14 Ogos 2013. Mereka menggempur dan menyuraikan para pendemonstran di medan Rabi’ah dan medan Nahdah. Demonstrasi itu telah berjalan dengan aman selama 50 hari. Para penunjuk perasaan melahirkan ekspresi mereka, berpegang kepada legitimasi perlembagaan, prinsip-prinsip demokrasi dan menuntut kepulangan presiden mereka yang telah dipilih secara sah, perlembagaan yang dipersetujui dan majlis syura sidang legislatif yang dipilih rakyat. Mereka menolak rampasan kuasa tentera. Ini berakhir dengan wajah berlumuran darah.

Maka terbunuh 500 orang syahid pada penyembelihan (al harasu al jumhuri) dan mencederakan sekurang-kurangnya 6000 orang warga Mesir serta ditangkap lebih daripada 2000 orang rakyat. Kemudian jelas sekali mereka tidak merasai kenyang dengan mengalirkan darah, maka mereka menjalankan penyembelihan baru dengan mengatasi segala apa yang dilakukan oleh pengganas gasar Barbarian sepanjang sejarah, Hulagu dan Nero. Tentera dan polis sepatutnya bertugas menjaga rakyat dan negara daripada ancaman musuh. Tetapi musibah dan malapetaka besar apabila mereka menyerang rakyat mereka sendiri dengan keganasan yang paling hodoh dan hina. Sesungguhnya ini adalah jenayah perang dan jenayah pencabulan hak asasi. Maka telah sempurnalah pembunuhan ke atas 2000 orang rakyat pada tempoh separuh hari sahaja. Puluhan ribu orang cedera dan ribuan yang lain ditahan dan dipenjarakan.

Regim Mubarak telah membunuh kurang daripada 1000 orang rakyat Mesir dalam tempoh 18 hari Thawrah Sy’ab tetapi Sisi dan gerombolannya membunuh 2000 orang rakyat dalam tempoh separuh hari. Pembunuhan dilakukan dengan teruk dan kejam. Para demonstran dibakar hidup-hidup di dalam khemah mereka. Bedilan tembakan bertubi-tubi penembak-penembak tepat ditujukan kepada orang ramai yang terdedah tanpa perlindungan. Senjata canggih dan kereta perisai digunakan bagi menggempur orang ramai. Jentolak-jentolak merempuh dan menolak badan-badan dan mayat-mayat yang bergelimpangan serta dibakar kesemuanya. Hospital-hospital diceroboh dan pesakit-pesakit ayng sedang dirawat diserang dan diburu. Sebahagian hospital dibakar dan Masjid Rabi’ah al Adawiyah dibakar oleh mereka.

Regim perampas kudeta (inqilabiyyun) menyiksa manusia dengan perasaan penuh enak dan membunuh orang tanpa berperi kemanusiaan. Seolah tiada tara bandingan kejahatan mereka lakukan. Sesungguhnya mereka lupa kepada Allah swt dan mengkhianati amanah mereka. Mereka menggulingkan dan merampas kuasa Presiden dan ketua mereka. Mereka mendakwa bahawa mereka lakukan semua ini kerana sayangkan rakyat dan kononnya mereka takut rakyat akan berpecah belah (inqisam). Sekiranya benar tanda mereka sayangkan rakyat kenapa ada kekerasan (al qoswah)? Sekiranya mereka ingin lindungi rakyat daripada perpecahan, kenapa mereka mencarik, merobak-rabik struktur fabrik  negara (tamziq al nasij al wataniy) serta mengugut untuk melancar perang saudara?

Sesungguhnya sebahagian orang lalai, dan menyokong malah menginginkan rampasan tentera (al inqilab al askariy). Ini bukan sahaja menyingkirkan Presiden Dr Morsi bahkan penguasaan tentera ke atas tampuk kuasa dan pencerobohan polis ke dalam medan politik, dan mendirikan negara militer (dawlah askariyyah) serta kediktatoran polis (diktaturiyyah bulisiyyah). Mereka menggugurkan (al itohah) kebebasan demokratik dan melanggari hak-hak kemanusiaan (huququl insani) serta membolot kuasa (tadawul as sultah). Adakah ini yang mereka inginkan? Mandat yang mereka dakwa diberikan itu telah menzahirkan kesannya pada penyembelihan di Rabi’ah, Nahdah dan di merata wilayah Mesir. Maka adakah ini yang mereka kehendaki?

Sesungguhnya demonstrasi-demonstrasi yang tidak henti-henti di setiap wilayah adalah oleh rakyat yang telah merasai dan menghargai demokrasi  serta mempertahankan perjuangan para syuhada’ Revolusi 25 Jun 2011. Mereka tidak akan mensia-siakan walaupun betapa mahal nilainya yang mereka terpaksa bayar. Sesungguhnya rakyat tidak menerima pemerintahan tentera. Alhamdulillah rakyat kita bangga bangun menentang, berpegang teguh kepada hak-hak. Mereka juga memilih dan menekuni penentangan dan bantahan secara aman walaupun berhadapan kekejaman (dhorowah) dan brutaliti (wahsyiah) regim kudeta. Rakyat percaya dan yakin bahawa kekuatan mereka di atas jalan keamanan dan mereka akan terus bangkit sehinggalah si perampas kudeta lenyap.

Sesungguhnya Allah swt memerhati dan tidak ridha ke atas pembunuhan dan keganasan yang telah diperlakukan kepada hamba-hambanya yang ingin kebebasan, penyiksaan ke atas mayat-mayat para syuhada’, pemburuan dan penghambatan ke atas pesakit-pesakit  yang mengalami kecederaan, pembakaran masjid, pembakaran kitab al Qur’an dan hospital.

Sesungguhnya Allah swt menangguhkan dan samasekali tidak mengabaikan. Kita akan lihat libasan azab Allah swt ke atas pembunuh-pembunuh pada masa yang ditentukan dengan izin Allah. Apa yang bakal menanti mereka di akhirat kelak adalah amat lebih dahsyat dan teruk dengan izin Allah.


Dan (ingatlah), orang- orang yang melakukan sebarang kezaliman, akan mengetahui kelak, ke tempat mana, mereka akan kembali (Al Syu’ara 227)



(Ucapan Fadilatul Sheikh Dr Muhammad Badie Murshid al Am Ikhwan al Muslimin tanggal 9 Syawal 1434 bersamaan 16 Ogos 2013)


(Diterjemah dan disunting oleh Omar Mokhtar bin Hamdan)